Jumat, 09 September 2011

My Unconditional Love

Tak ada bosan-bosannya aku menulis tentangnya.

Aku tak peduli apa katanya atau orang lain, tapi apa salah jika aku mengungkapkan apa yang kurasa dalam sebuah catatan-catatan yang tak berarti ini?

Entahlah... seperti ada beribu-ribu kata tentangnya yang masih tersimpan di benakku.

Sebenarnya ingin ku ucapka tapi aku tak bisa, entah aku terlalu takut atau apa tapi yang jelas aku tak bisa.

Aku memiliki sebuah "rasa" kepadanya, dari dulu sebelum dia mengenal aku hingga sekarang.

"Rasa" itu masih saja tumbuh di dalam hatiku dan seolah-oleh berkembang.

Aku sendiripun tak tahu apa artinya ini semua, yang pasti "rasa" ini berbeda ketika bersamanya.

Yang kurasakan bersama dengannya itu menyenangkan dan membuatku nyaman, padahal baru pertama kali dekat dan bersama. Aku juga mungkin termasuk tipe-tipe orang yang sulit merasa nyaman ketika orang bersama orang baru. Tapi dia...? Dia orang baru buat ku, pertama kali dekat dan bersama. Tapi aku sudah mendapatkan kenyamanan bersamanya.

Yang kurasakan seakan-akan aku dan dia memiliki sebuah connection aneh yang aku sendiripun tak mengerti mengapa bisa seperti itu. Rasanya semua tentangku dan tentangnya itu saling nyambung-menyambung. Apa dia juga merasakan seperti yang kurasakan?

Aku bahkan masih peduli padanya dan menyayanginya meski rasa yang pernah dia beri untukku itu sekarang entah masih ada, berkurang, atau bahkan hilang dengan seiring berjalannya waktu dan hadirnya orang baru dihidupnya.

Tapi tak begitu denganku, rasa itu ternyata masih ada dan berkembang dihatiku.

Tak sadarkah "kau" seberapa besar rasa ini?
Tak sadarkah "kau" bahwa melihatmu sebentar saja itu mampu menenangkan hatiku?
Tak sadarkah "kau" bahwa aku masih mengingat semua tengangmu? Kesukaanmu dan harapanmu itu masih tersimpan didalam memoriku.
Tak sadarkah "kau" bahwa dirimu sering hadir disetiap mimpi-mimpiku?
Tak sadarkah "kau" bahwa dirimu selalu aku bangga-banggakan ketika aku bersama teman-temanku?
Tak sadarkah "kau bahwa seperti apa pandangan orang lain terhadapmu itu tak akan merubah apapun, termasuk perasaanku kepadamu?
Tak sadarkah "kau" bahwa aku menginginkan yang terbaik untuk dirimu?

Seseorang bertanya kepadaku "Apa sih hebatnya dia, sampai kamu tak bisa melupakannya?"
Dan akupun hanya bisa menjawab "Hatiku merasa cocok dengannya dan aku merasa nyaman dengannya."

Semua orang berhak menyayangi siapapun, tak salah dan tak dosa! Tapi jangan disalahkan jika rasa sayang itu masih ada dihati.

Mungkin aku terlalu egois karena ternyata dihatiku masih ada dirinya dan masih belum tergantikan. Bahkan untuk sekedar memberi kesempatan orang lain untuk mengisi hari-harikupun aku masih tak mau, rasanya dirinya masih terlalu berarti untuk tergantikan orang lain.

Aku mencintainya, maka aku melepasnya. Ada banyak hal yang tak bisa dimengerti dengan logika, termasuk caraku mencintainya.

Bukankah cinta itu selalu memberi tanpa mengharapkan balasan? Dan ketika cinta itu berbalas maka itu adalah anugerah.

Dari dulu aku mencintainya dan dia pun pernah membalasnya, tanpa dia tahu bahwa aku sudah dari dulu mencintainya. Cintaku padanya dulu utuh tak tersentuh oleh orang lain dan bahkan olehnya, tapi akhirnya dia mampu menyentuhnya, menyentuh "rasa" untuknya yang tersimpan sejak dulu.

Aku memang tak bisa melupakannya, seenggaknya buat sekarang.

Akupun tak menyalahkan jika "rasa" itu masih ada, berkurang atau bahkan hilang dihatinya karena aku tahu Alloh akan mudah bisa membolak-balikkan hati manusia meski aku menginginkan "rasa" itu masih ada didalam hatinya.

Jangan salahkan aku jika "rasa" itu masih ada dihatiku dan aku belumingin menghilangkannya. Biarlah waktu dan dengan kuasa Alloh yang menuntun kemana "rasa" ini akan berlabuh.



2 komentar: